Kamis, 17 Desember 2015

Sesuatu Yang Lebih Menyenangkan Daripada Konser Sheila On 7

- 0 komentar
Apa yang lebih menyenangkan dari melihat konser Sheila On 7?
Pertanyaan itu tiba-tiba mengnghampiriku beberapa waktu yang lalu. Sebagai sheilagank pasti sangat menyenangkan dimana melihat mas Duta bernyanyi diatas panggung, sihir mas Eross dengan gitarnya, permainan Bass Mas Adam, dan Mas Brian yang menggila bersama drum-nya.

Mereka memang sangat menghibur kalau sudah berada diatas panggung, improvisasi sana-sini yang membuat pertunjukan panggung mereka gak monoton dan gak pernah bikin bosan melihat langsung konser mereka.

Tapi sekali lagi pertanyaan itu terlintas. Adakah yang libih menyenangkan dari konser Sheila On 7? Dan aku secara pribadi menjawab “YA!!! ada yang lebih menyenangkan daripada sekedar melihat konser Sheila On 7!”

So? Apa yang lebih nyenengin daripada nonton konser Sheila On 7?

Buatku hal yang lebih menyenangkan adalah melihat penonton yang datang buat liat konser SO7. Melihat penonton yang antusias dengan konser mereka. Rela nungguin Mas Duta dkk naik ke panggung jika acaranya molor entah karena alasan teknis maupun non teknis. Melihat mereka sabar menunggu bikin aku sadar kalau penampilan Sheila On 7 emang selalu ditunggu.

Dan ketika Mas-mas kece udah di atas panggung dengan semangatnya mereka jingkrak-jingkrak bersama ratusan bahkan ribuan orang. Ikut bernyayi bersama entah mereka yang Sheilagank ataupun bukan, dengan setiap lirik yang terucap dan membentuk sebuah koor masal yang sering mas Duta sebut sebagai “Backing Vokal Terbesar”.

Selesai konser “Hal yang lebih menyenangkan” itu pun belum usai. Barisan penonton yang bubar meninggalkan tempat konser dengan teratur. Wajah-wajah mereka ceria, merasakan kepuasan setelah melihat aksi panggung Mas-mas BEDA. Bukti bahwa musik mereka bukan hanya dinikmati oleh “fans” tapi penikmatnya lebih luas dari itu, masyarakat luas yang bahkan lintas generasi.

Ada lagi?

Mungkin Cuma tambahan aja sih, karena sekarang ini jamannya sosial media jadi gak susah buat nyari reaksi orang-orang yang habis nonton konser Sheila On 7. Banyak dari orang-orang tersebut adalah seorang “Idola” yang dengan pede mengakui bahwa mereka juga penyuka Sheila Music.

Mulai dari Tantri Kotak yang dengan gamblang bilang bahwa dia sejak lama jadi penggemar Sheila On 7. Dia juga bilang bahwa hanya Sheila On 7, band yang dia punya semua albumnya. Tantri pernah mengunggah foto bersama personil SO7 di sosial media dengan memberikan caption yang senada dengan pengakuannya sebagai fans.

Ada Raffi Ahmad. Yang satu ini sepertinya udah bukan rahasia lagi kalau dia ini fans Sheila On 7. Di acara pernikahannya aja Nagita sampai mengundang Sheila On 7 buat nyanyi di resepsi mereka.

Zaskia Adya Mecca? Yang satu ini juga gak perlu diragukan lagi. Beberapa kali dia mengungah foto ketika nonton konser Sheila On 7 di akun instagram pribadinya. Dan ngaku ngefans sejak SMP.

Dan yang belum lama ini ada Raisa yang juga ngaku penggemar band asal Jogja ini. dalam sebuah acara ulang tahun salah satu statiun televisi beberpa waktu lalu Raisa berkesampatan duet dengan SO7. Sebelum dan sesudah konser Raisa sempat mengungkapkan kegembiraannya berduet dengan Sheila On 7 di twitter dan instagram miliknya.

Diambil dari akun twitter Raisa @raisa6690


Masih ada yang lain yang belum sempat tersebutkan disini siapa aja idola yang mengidolakan idolaku. (hmmm agak mikir bentar, idola yang mengidolakan idolaku? Haha)


Jadi intinya, ketika aku menemukan hal yang lebih menyenangkan dari konser Sheila On 7 ini aku sadar bahwa aku tidak sendiri dan tidak akan pernah sendiri dalam menikmati Sheila Music. Selama mereka masih berkarya, akan selalu ada orang-orang yang antusias menyambutnya. Akan selalu ada orang-orang yang rela menunggu, jingkrak-jingkrak, nyanyi bareng, dan wajah-wajah bahagia setelah menikmati musik mereka. So? Melihat musik yang aku suka juga di sukai oleh orang banyak adalah hal yang menyenangkan. Dan satu hal yang penting, mereka selalu mengedepankan kualitas daripada popularitas! Karena mereka B.E.D.A. Selamat Menikmati Sheila Music.
[Baca Selengkapnya...]

Jumat, 06 November 2015

My Facebook - (Part 1)

- 0 komentar
“Semalem kamu kemana?” Tanyaku kepada Dyas. Pacarku.
“Emmm…”
“Kenapa sih gak bilang kalau kamu main sama temen-temenmu?”
“Emang harus ya setiap aku mau ngapain laporan dulu sama kamu?”
“Bukan itu masalahnya Yas, kamu inget kan seminggu lalu kita janjian kalau seharusnya kemarin kita pergi bareng? Terus tiga hari lalu kamu batalin. Inget alasan kamu apa?” Dyas hanya diam dan memalingkan pandangannya dariku. Aku pikir di memang lupa dengan janji itu. “Yang jadi masalah kenapa kamu gak jujur kalau mau pergi sama temen-temen kamu?” lanjutku.
“Aku gak masalah kalau kamu mau jalan sama temen-temenmu, kamu emang butuh mereka. Tapi kenapa kamu jadi bohong sama aku?” masih tanpa kata dia diam. “Kalau kamu belum mau bicara gak apa-apa, kita bahas nanti. Aku mau kuliah dulu.”
[Baca Selengkapnya...]

Kamis, 07 Mei 2015

Quote of Ali bin Abi Thalib

- 0 komentar
"Cinta tak pernah meminta tuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian atau pengorbanan." - Ali bin Abi Thalib


[Baca Selengkapnya...]

Selasa, 05 Mei 2015

Thank's For Your Love

- 1 komentar
07 Des. Sebuah tanggal yang dijadikan nama album ketiga Sheila On 7. Tanggal itu pula aku mulai merakit asa dalam mimpi. 07 Desember 2013, ketika kau menerima perasaan ini. Rasa kasih sayang dan rasa ingin memiliki. Bukan hanya sekedar untuk status, tapi untuk masa depan. Rasa suka datang karena terbiasa. Ya, memeng begitulah kita. Meski di antara kita ada lima kota. Tidak jauh memang, cukup dengan naik motor selama dua jam aku bisa menjumpaimu. Tapi bukan itu, kesibukanku dan kesibukanmulah yang menghalangi kita untuk bertemu.

Maaf. Aku tidak bisa menjadi kekasih yang selalu ada di sisimu. Aku tidak bisa seperti pria lain yang bisa menemani kekasihnya kemanapun. Aku memang sibuk dengan rutinitas pekerjaanku, bahkan sempat meninggalkanmu selama tiga bulan karena aku harus berada di sisi barat propinsi ini. Maaf jika selama membuatmu menahan rindu. Tapi tahukah kamu, akupun selalu merasakannya. Rindu yang tak pernah bertepi.
Hanya dengan  menyebut namamu dalam doaku, dalam setiap permintaan setelah sujudku.aku bisa meredam rinduku.  Jika memang aku tak bisa menyentuh ragamu dengan tanganku, aku akan selalu menyentuh jiwamu dengan doaku.

Namun jalan kita sudah berbeda, kita tak lagi berjalan beriringan. Ketika di persimpangan itu kita mengambil jalan yang tak searah lagi. Berjalan dengan orang lain menuju arah kalian. Takdir memang tak satu manusiapun yang tahu. Meski setelah beberapa belokan kau kembali menemuiku di persimpangan, dan mengajak untuk berjalan berdampingan lagi. Maaf aku tidak bisa. Karena saat ini aku sedang mencoba mensejajarkan langkahku dengan perempuan yang ada di depanku. Meski aku tak tahu apa aku bisa. Takdir memang tak satu manusiapun tahu. Jika memang takdir, kita akan berjalan berdampingan lagi. Tapi saat ini aku masih menikmati jalanku, megejar langkah lain di depan sana.
Dan di persimpangan jalan ini aku ingin menyampaikan kepadamu. Yang mungkin selama ini tak pernah aku utarakan. Thanks for your love.





[Baca Selengkapnya...]

Jumat, 01 Mei 2015

Quote "Friedrich Nietzsche"

- 0 komentar
The best weapon against an enemy is another enemy.


-Friedrich Nietzsche (1844-1900)-
[Baca Selengkapnya...]

Minggu, 26 April 2015

Cinta? Tapi Beda

- 0 komentar
Entah kenapa aku ingin menulis artikel dengan tema seperti ini. sebenarnya ini adalah sebuah "fenomena" yang sudah lama terjadi, hanya saja mungkin di Indonesia sedang menjadi "trend", terutama di kalangan pemuda. Dan akhir-akhir ini aku melihat banyak film yang memasukkan unsur ini di dalamnya. Ya soal kisah cinta yang beda keyakinan. Mulai dari yang sama seperti judul arikel ini Cinta Tapi Beda, 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta, dan beberapa film lainnya meskipun hal itu hanya sebagai bumbu, bukan topik utama.

Aku sendiri sebelumnya tidak ada keinginan untuk menulis artikel dengan tema seperti ini, hanya saja barusan aku membaca sebuah cerita pendek yang membahas masalah ini. Dan aku jadi tertarik untuk ikut membuat tulisan seperti ini.

Dalam cerita itu di bilang ada sepasang kekasih yang memiliki keyakinan yang berbeda, dan ketika si pria di ceritakan bilang sama si wanita sebuah kalimat “Ketika gereja dan masjid masih bisa berdampingan, kenapa kita tidak bisa bersama?”. Dari kalimat itulah yang bikin aku ingin menulis tentang hal ini.

Sebelum aku bicara lebih lanjut, aku ingin menyampaikan bahwa ini adalah dari sudut pandang aku sebagai seorang muslim dan dari apa yang sejauh ini aku tahu. Dan jika anda masih ragu dengan apa yang tertulis disini silahkan cari refernsi lain, karena aku sadar kalau masih banyak yang belum aku tahu tentang agamaku, apalagi yang lain.

Oke lanjut…

Masalah seperti ini  biasanya terjadi di kalangan anak muda, yang masih bersenang-senang dengan cinta dan belum berfikir jauh tentang pernikahan. Cinta bukan buat senang-senang bro, kalau kalian malah jadi terlanjur sayang gimana?

Aku ingin tanya bagaimana kalian saat dihadapkan dalam posisi dimana kalian ingin menikah jika posisi kalian beda keyakinan?

Dalam hal ini aku pribadi hanya mempunyai dua pilihan. salah satu pindah agama, atau kalian harus mengakhiri hubungan kalian.

“Kenapa aku memberi dua pilihan itu, padahal masih bisa masing-masing memegang keyakinannya dan hidup bersama?” mungkin ada yang mikir seperti itu. Tapi aku tanya balik deh “Yakin gak?”


Karena yang aku tahu kebanyakan agama melarang adanya pernikahan beda agama. Aku tidak akan membahasnya disini, karena sudah banyak yang membahas tentang pernikahan beda agama menurut berbagai agama.

Dan di Indonesia pernikahan beda agama juga di larang. Aku lupa undang-undangnya nomer berapa, tapi yang jelas ada. Silahkan cari kalau tidak percaya.

Kalau ada yang berfikir "selama masjid dan gereja masih bisa berdampingan, kenapa kita enggak?" (seperti yg aku baca di cerita tadi) berarti kalian perlu memahami kembali agama kalian dan aturan-aturan di negara kalian. Atau kalian mau menikah di luar negeri sana, di negara yang melegalkan pernikahan beda agama. Satu hal yang harus kamu pahami dari pemikiranmu. Masjid dan gereja memang bisa berdampingan, tapi tidak bisa bersatu. Tidak ada masjid dan gereja jadi satu. Yang ada adalah gereja yang beralih fungsi jadi masjid, atau sebaliknya. Begitu juga denganmu, ya yang ada kamu harus pindah.

Oke kita lanjut untuk solusi pindah agama.

aku mau tanya sama kamu. apa kamu yakin mau pindah agama?

aku gak akan bicara soal restu orang tuamu, atau pandangan orang-orang di sekitarmu saat kamu pindah keyakinan. Tapi aku ingin bicara tentang dirimu. Ya! tentang hatimu yang ingin mengingkari Tuhanmu sendiri.

Kalau dari sudut pandangku tak seharusnya kalian pindah agama hanya karena cinta. Pindah agama (menjadi seorang muslim misal) harus karena Allah, bukan karena kamu jatuh cinta sama seorang muslim. Tapi karena kamu meyakini bahwa sesungguhnya Tuhan itu Allah. Bukan Tuhan yang selama ini kamu sembah. Begitu juga dengan agama lain.

Aku pernah mendengan cerita tentang keyakinan ini. Ada seorang pria non-muslim yang ingin menikahi wanita muslim. Dan dia rela pindah agama hanya demi wanita ini. Akan tetapi seiring berjalannya waktu ada gejolak dalam diri si pria. Sampai akhirnya ia pindah ke agamanya semula, dan akhirnya si istri mengikuti suami pindah agama.

Aku tidak ingin membahas agama apa yang di anut, tapi yang ingin aku bicarakan adalah "semudah itu kah?". Apa buat kalian agama itu hal yang bisa dipermainkan? begitu saja masuk suatu agama kemudian mengingkarinya dan kembali ke agama semula?

Kasus di atas hanya seperti mensiasati agama hanya untuk memperoleh cinta dari seseorang. Kalau kamu memang gak ada niatan untuk pindah agama kenapa kamu lakukan? kenapa bukan pasanganmu saja yang kamu yakinkan untuk memeluk agamamu?

Satu hal yang perlu kalian tahu. Pindah keyakinan tidak bisa dipaksakan, bahkan dengan cinta sekalipun. Hanya dengan Allah yang bisa meyakinkan hati untuk percaya dengan Islam. Begitu pula dengan agama lain.

Coba pikirkan, apa kamu mau pindah keyakinan? Atau apa dia dengan ikhlas tanpa beban untuk ikut keyakinanmu?

Jadi kalau kalian mengalami hubungan ini, aku pribadi menyarankan coba pikirkan lagi.!

Beberapa hari setelah aku posting artikel ini salah atu temanku membacanya. Lalu dia menghubungiku dan kita saling bertukar pikiran soal ini. Dan ini aku tuliskan statmen dia tentang hasil diskusi kita.

“Gue setuju sama pemikiran lo Gun, tapi ada satu hal yang mesti kita semua tahu. Kalau cinta itu tak bisa memilih. Gue punya pengalaman yang sama kayak masalah diatas. Meskipun gue sama dia gak pernah sampai yang namanya pacaran. Soalnya gue paham, hal kayak gini pasti ujungnya gak jelas. Kalau gue pacaran sama dia nanti endingnya mau dibikin kayak apa? Gue mesti pindah ke keyakinan dia? Atau dia yang ngikut gue? Gue paham betul resikonya kalau hal itu bakal terjadi. Meskipun jujur gue berharap dia bisa jadi seorang muslim.

Cara terbaik buat gue ya gue serahkan sama yang di atas, gue sembahyang dan minta petunjuk terbaik.  Dan akhirnya gue putusin membatasi diri. Gue gak mau meskipun dia pengen pindah agama buat ikut sama gue, gue gak mau dia pindah agama hanya karena dia cinta sama gue. Gue pengennya dia pindah agama karena emang dari dalam dirinya, dari kata hatinya. Bukan karena cintanya sama gue. Sampai hari ini gue berharap, seandainya gue bertemu lagi dengan dia udah menjadi seorang muslim.”


Kurang lebih kyak gitu pemikiran dia. Ya kalo gue sih sama kayak di awal solusi buat kayak gini ya putus apa salah satu pindah agama. Tapi lebih aku saanin yang pilihan awal, mendingan putus. Karena emang agama bukan sesuatu yang bisa dipaksakan, meskipun oleh cinta.


sumber : google

[Baca Selengkapnya...]

Senin, 13 April 2015

Mendakilah Bersamaku

- 0 komentar


Mendakilah bersamaku
Maka kau akan tahu bagaimana kebesaran-Nya menciptakan dunia ini.
Mendakilah bersamaku
Kau akan bersyukur bahwa kau dilahirkan di Indonesia.
Negara yang sangat sarat keindahan.
Mendakilah bersamaku.
Maka kau akan tahu bagaimana aku menjagamu.
Menggenggam tanganmu saat kau butuh pegangan.
Memapahmu saat kau mulai tertatih.
Mendakilah bersamaku
Kita nikmati bersama keindahan alam berdua di atas sana.
Duduk di tanah dan merasakan senangnya berada di atas awan.
Menunggu terbitnya matahari bersama embun-embun pagi.
Percayalah, itu akan lebih romantis semua hal romantis yang bisa aku lakukan.


Mendakilah bersamaku..
[Baca Selengkapnya...]

Sabtu, 14 Maret 2015

Musim Yang Baik (2014) - Diskografi Sheila On 7

- 0 komentar
Saya masih penasaran apa ada hubungan antara album ini (Musim Yang Baik), Berlayar, dan Menentukan Arah. Karena ketiganya memiliki benang merah jika kita perhatikan. Oke gak perlu lah dibahas disini.

Album ini seperti sebuah bom waktu yang kita tidak tahu kapan akan meledak. Karena album ini sudah ditunggu para Sheila Gank sejak 2012. Beberapa lagu spereti “Canggung” dan “Musim Yang Baik” bahkan sudah mulai dibawakan ketika konser. Akan tetapi karena beberapa hal album ini sampai tertunda beberapa tahun untuk dilepas ke pasaran. Sampai akhirnya pada akhir tahun 2014 album ini resmi diluncurkan. Ini merupakan album terakhir Sheila On 7 bersama major label –Sony Music– dan rencananya mereka akan menempuh jalur indie di album berikutnya.

Lagu Lapang Dada dipilih sebagai single pertama album ini yang diluncurkan pada November 2014. Peluncuran single ini sendiri memecahkan rekor dengan menyertakan 280 radio di 100 kota seluruh Indonesia secara serempak. Sedangkan albumnya pada tanggal 10 Desember 2014.

Terdapat 10 lagu dalam album ini. Empat lagu diciptakan Eross, sedangkan Adam dan Duta menyumbang masing-masing tiga lagu.

Berikut Track List album Musim Yang Baik:
  • 01. Selamat Datang (cipt. Eross)
  • 02. Satu Langkah (cipt. Adam)
  • 03. Buka Mata dan Telinga (cipt. Duta)
  • 04. Canggung (cipt. Eross)
  • 05. My Lovely (cipt. Adam)
  • 06. Beruntungnya Aku (cipt. Duta)
  • 07. Lapang Dada (cipt. Eross)
  • 08. Belum (cipt. Duta)
  • 09. Musim Yang Baik (cipt. Eross)
  • 10. Sampai Jumpa (cipt. Adam)


Cover album didominasi dengan warna biru muda dengan ilustrasi bunga dan tanaman, yang akan membawa kita seperti sedang berada di sebuah kebun bunga. Yang unik setiap lagu di sini diberikan ilustrasinya sendiri-sendiri. Jadi didalamnya terdapat kartu–kartu yang tertulis lirik lagu, dan dibelakangkartu terdapat ilustrasinya.



[Baca Selengkapnya...]

Selasa, 20 Januari 2015

Berlayar (2011) - Diskografi Sheila On 7

- 0 komentar
Entah apa hubungan antara album ini dengan sebelumnya, tetapi melihat dar judulnya terdapat sebuah benang merah diantara keduanya. Menentukan Arah dan Berlayar. Keduanya memiliki makna tentang sebuah perjalanan, memang untuk berlayar kita harus menentukan arah untuk pelabuhan selanjutnya.

Untuk musik mereka masih dengan genre “Sheila Music” mereka. Meskipun sebelumnya banyak gempuran band yang musiknya beraroma melayu dan setelahnya banjir musik-musik aliran K-Pop, Sheila On 7 tetap kukuh untuk memainkan musik yang mereka suka.

Terdapat 9 lagu dan 10 trek dalam album ini. Gak usah Tanya kenapa, karena memang lagu Hari Bersamanya di sajikan dalam dua versi, versi original dan versi akustik. Untuk penciptaan lagu di album ini cukup merata antara Eross, Duta, dan Adam. Ada dua lagu berbahasa inggris disini, On The Phone dan Perfect Time. Sudah lama sejak lagu Just For My Mom di album kedua, mereka tidak lagi memasukkan lagu berbahasa inggris.

Track List Album Berlayar:
  • 01.   Have Fun – cipt. Adam
  • 02.   Pasti Ku Bisa – cipt. Eross
  • 03.   Hujan Turun – cipt. Adam
  • 04.   On The Phone – cipt. Duta
  • 05.   Hari Bersamanya – cipt. Eross
  • 06.   Berlayar Denganku – cipt. Duta
  • 07.   Perfect Time – cipt. Adam
  • 08.   Kamus Hidupku (Demo Version) – cipt. Adam & Duta
  • 09.   Bait Pertama – cipt. Eross
  • 10.   Hari Bersamanya (Acoustic Version) – cipt. Eross


Rajutan kain menjadi cover album ini. Menampilkan sebuah keluarga yang sedang berdoa ketika akan makan bersama. Di belakangnya ada jendela yang mengarah ke laut, dengan dua buah kapal terlihat disana.




Selain itu di dalam album ini juga disertai sebuah kartu ucapan. Unik memang, karena saat ini ketika komunikasi begitu mudah  sudah jarang sekali ditemui kartu ucapan seperti ini.

Kartu Ucapan di album Berlayar

[Baca Selengkapnya...]
 
Copyright © . Gunawan Setyo Nugroho - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger